Fun and (not)fun(ny) facts about Sorong/Papua

28 Jan
  1. Angkot di Sorong warnanya kuning, dan disebut taxi kuning.
  2. Sedangkan taxi adalah mobil rental.
  3. Papuan suka sekali dengan menambah satu kilo gula ke dalam kopi/tehnya.
  4. Makanan kesukaan Papuan adalah papeda yang intinya adalah tepung sagu diaduk aer panas dan tambah garam sedikit. Bentuknya kayak lem, rasanya ‘tidak berasa”
  5. Jokes-nya Papua disebut mob dan emang lucu banget. Tapi kalau baru menginjakkan kaki di Papua, pasti bingung dengan mob nya. Dan banyak mob yang berseri …. wakakakakakak.
  6. Papuan sukaaaaa banget dengan warna ngejreng bak stabilo dangdut. Jadi jangan kanget lihat rumah warna hijau ngejreng, orange ngejreng bahkan gereka warna pink dangdut.
  7. Orang Papua berkesan kasar karena suara mereka yang menggelegar bak kilat membelah langit. Tapi ada juga Papuan berhati Jawa yang astaganaga kalau ngomong aluuuussss sealus sutra cina.
  8. Tertawanya mama-mama di Papua berirama bak lagu, dan cuma ada di Papua. Tawanya mengandung bibit-bibit tawa yang bisa menular walau kita gak tau apa yang ditertawakan.
  9. “Kalau ko ada di Sorong, jangan lupa buang suara ya”. He? Mau dibuang kemana suaranya? Gimana caranya?
  10. Kau akan kagum dengan makannya orang Papua. Pernah melihat bukit di kaki gunung? Nah tingginya nasi+lauk itu setinggi bukit, seringkali tanpa peduli dengan orang lain yang belum makan.
  11. Makan bunuh itu istilah kalau kita makan buanyuak buanget suekali.
  12. Anak-anak Papua punya mata yang paling indah.
  13. Bulu mata Papuan apalagi anak-anak itu lentik sampai menyentuh lipatan mata dan panjaaaaaaaaaang.
  14. Hampir 99,9% anak Papua yang kutemui berkutu … waksssssssss.
  15. Durian paling lezat yang pernah kurasakan berasal dari Manokwari. Gak kalah dengan monthong, namun harga lokal.
  16. Cemilan favorit Papuan adalah ngunyah pinang yang sampai saat ini belum pernah kucoba. Yeah, aku takyuuuuuttt.
  17. Kalau ngomong mama-mama Papua, yang ada di benakku adalah perempuan dengan rambut keriting dan dikuncir, badan gemuk, mulut merah dengan pinang.
  18. Tau gak kenapa angka pengidap HIV AIDS tinggi sekali di Papua? Karena memang para pria Papua suka sekali “jajan”, dan jajanan favorit para bapak pejabat adalah anak SMP dan bukan lagi anak SMA. Yah fakta ini kudapatkan dari teman yang pernah bekerja untuk LSM HIV AIDS dan supir mobil rental yang suka dipake bapak2 untuk jajan. Bahkan ada seorang pejabat yang sempat2nya jajan waktu lagi transit naik pesawat. Menyedihkan …
  19.  Kalau enggak mendung maka langit biru sebiru-birunya menghiasi langit Sorong.
  20. Aku pernah melihat lebih dari 5 bintang jatuh di satu malam waktu di Raja Ampat.

(to be updated …)

ketika durian mengalahkan kedukaan

11 Jan

This is so upsetting …

Si Bos Lokal memang membooking speed yang katanya untuk mau melihat potensi wisata di satu kampung. Tapi kita sekantor tahu dia kesana karena mau makan durian.

Tapi kita mendapat kabar ayah staf kantor meninggal, dan diputuskan speed akan mengantar staf ke kampung. Tau apa yang Bos Lokal bilang? “Oh ok, tapi nanti antar Bapak ke kampung dulu ya?”

Ya ampun Pak, ini orang meninggal … tolong lupakan itu durian dulu.

 

 

6 Jan

Aku enggak ingat apakah aku pernah menulis hal ini atau enggak, tapi topik ini kembali dibahas hari ini diantara kami, dan terus terang kembali menyulut api marahku. Ini masalah yang amat sensitif but I need to let it out secara teman curhat lagi gak ada di tempat.

Pelecehan seksual itu kan bukan cuma pemaksaan tindakan seksual kepada orang lain, namun ternyata suatu kondisi yang membuat orang lain tidak nyaman juga masuk dalam kategori pelecehan seksual.

Salah satu kantor lapangan itu selalu ada penjaganya seorang Bapak. Si Bapak ini ketauan oleh teman sedang menonton DVD porno di ruang tempat kita biasa berkumpul, artinya di area publik dan bukan kamar pribadi. Dan tanpa malu dia tetap tidak menghentikan kegiatan “pribadi ini”. Yang jelas ini masuk kategori pelecehan seksual karena sekarang semua orang tidak nyaman di sana.

Ada kejadian lain yang lebih gawat. Ada indikasi terjadi pemerkosaan. Korban memang tidak, atau belum, mau mengakui kejadian ini. Tapi indikasi yang ada adalah: si bapak keluar dari kamar sambil berkeringat dan terengah2 hanya memakai celana pendek, dan di kamar ada si korban (ini terjadi di kantor lapangan). Sewaktu kembali ke kota si korban kemudian melarikan diri dari rumah si Bapak dan memilih tinggal di tempat saudaranya. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengetahui alasannya. Sang suami juga jadi murung dan mabuk2an, mungkin dia sudah merasa ada yang salah namun tidak dapat berbuat apa2? Si korban sudah dibujuk untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, namun sampai saat ini belum berani terbuka. Jadi memang belum ada bukti nyata hal ini terjadi.

Untuk saya pribadi, terus terang saya sudah tidak merasa aman dan nyaman berada di kantor lapangan. Apalagi bila hanya saya perempuan satu-satunya disana. Biasanya anak buah ku selalu tidur di ruang tv, sedangkan kamar tidur ada di bangunan lain, dan si Bapak juga berkamar disana. Jadi apakah aku sudah harus mulai menyiapkan golok? Untuk kasus ini TIDAK ADA yang namanya praduga bersalah. Terus terang sudah terlalu banyak kasus pelecehan seksual berbagai bentuk yang terjadi dan untuk aku pribadi, aku menganggap serius semua rumor atau isu dan semua bersalah sebelum terbukti sebaliknya. Ini adalah mekanisme pertahanan diriku. You can not trust anybody else but yourself.

Kejadian pelecehan bukan hanya terjadi di satu kantor lapangan, namun tampaknya di tempat lain juga walau bukan sama persis. Namun yah, para korban belum juga ada yang berbicara secara terbuka, walau mungkin ada yg sudah berbicara dibalik pintu.

Hal-hal seperti ini yang menjadi tekanan batin untuk pekerja di daerah remote seperti Papua.  Ini baru satu hal. Kalau dibikin list banyak sekali hal yang membuat stress, namun yah itu … para pemegang kuasa tidak melakukan apapun walau sudah diprotes.

Saat ini yang membuat aku bertahan hanyalah ‘komitmen’ yang sudah terlanjur diberikan walaupun ‘janji’2 surga belum terwujud juga sampai saat ini. Kecintaan pada tanah dan laut Raja Ampat. Kekhawatiran yang sangat amat mendalam bila aku pergi, maka siapa yang akan mengambil alih pekerjaan. Apakah orang yang akan menggantikan benar2 akan berdedikasi dan bukan hanya mengejar $$ seperti banyak yang terjadi saat ini?

Oh please help me Almighty Power.

PS: temans yang membaca ini, please untuk post ini jangan di comment ya (kok aku gak nemu tombol utk melarang post comment ya? hmmmm …. )

 

dont sweat the small stuff

16 Dec

Tadi lagi curhat dengan teman soal kecemburuan yang dirasakan teman-teman. Si teman cuma bilang “ah, males banget urusin hal kayak gini, masih banyak urusan besar yang harus dikerjakan”.

I was like …  ehmmmm … ok deh teman. So, im begging you dont sweat the small stuff too … jangan curhat soal hal-hal kecil juga dong ke aku. justru berita-berita dari kamu yang terus terang bikin aku makin stres. selama ini aku menanggapi karena kamu memang perlu curhat. i told you before that i have chosen to be ignorant, so respect that too.

So, once again … DONT SWEAT THE SMALL STUFF … not in front of my face …

 

Does money grow on tree?

27 Nov

Ada seorang teman – teman baik malah – yang suka sekali meminjam uang, walau uang ini selalu untuk modal kerjaannya dia dalam menyelenggarakan satu event (dia punya EO). Memang selama ini selalu dikembalikan uangnya.

Aku sih enggak keberatan meminjamkan uang, asal dikembalikan tdk telat 1 hari pun. Tapi yg terjadi adalah selalu telat, padahal ini kan mengganggu cash flow apalagi buat orang seperti aku yang digaji setiap 1.5 bulan sekali. Alasan meminjam uang atau telat mengembalikan adalah krn client belum bayar. OK aku mengerti. Tapi kemana uang yang kau hasilkan selama ini? Please, kalau ada uang sedikit ditabung. Terus terang sedih sekali pas mengetahui kau yang baru curhat gak punya uang tapi malah berlibur di Bali.

I work my ass off, with sweat and tears, and I spent a lot, but I also save some. I know you work your ass off too, but why spent all your earning?

Ketika uang menyulap

3 Nov

Kalau soal uang yang ditilep oleh aparat pemerintah kayaknya kabar basi deh. Tapi kalau melihat dengan mata kepala sendiri, kok ya masih menyakitkan hati ya.

Pada suatu waktu yang lalu, dimana satu nirwana terkenal seantero dunia karena keindahannya. Tiada tempat di dunia yang dapat menandingi nirwana ini. Terkenal pula si Tuan berotak udang yang mengelola wilayah ini. Si Tuan pun menjadi ketua tim kawasan. Melihat begitu banyak uang yang terkumpul, si Tuan memanfaatkan jabatannya sebagai ketua untuk mengeluarkan memo kepada akuntan tim kawasan untuk mengeluarkan uang sebesar “hampir” 100 juta rupiah. Si akuntan tak berdaya didesak kiri kanan. Si akuntan akhirnya memang menceritakan hal ini setelah sehari tidak bisa tidur dan tertekan. Alhasil sampat detik ini uang “hampir” 100 juta rupiah belum dikembalikan sesen pun …

Diselenggarakanlah lomba menjadi badut terhebat abad ini. Digembar-gemborkan soal hadiah yang “hampir” 20 juta rupiah untuk pemenang. Pas pemenang sudah terpilih diberikanlah hadiah “hampir” 7.5 juta rupiah. Lah terkejutlah si badut sampai hidung merahnya lepas, karena hadiah utama sudah dipangkas sedemikian rupa tapi masih disuruh tanda tangan kwitansi “hampir” 20 juta rupiah. Untung si badut punya otak lebih besar dari udang dan tetap berkeras hanya mau tandatangan utk hadiah “hampir” 7.5 juta rupiah.

Ohh em ji, Tuan otak udang … you are definitely on my “the most stupid people” list … you should be proud because you are #2.

Tragedi Komodo

28 Oct

Saat ini sering sekali mendapat fw di twitter atau media lain yang meminta untuk VOTE KOMODO untuk jadi the New 7 Wonders, dengan embel2 kita kalah suara dari Malaysia. Eh tapi cek di website New7Wonders kok Malaysia enggak ada tuh?

Pas awal2 nominasi Pulau Komodo, aku ikutan voting dong. Tapi setelah beberapa saat muncullah beberapa berita yang mengganggu.

Ada wacana mau memindahkan beberapa komodo ke pulau Bali karena komodo sudah makin punah. Orang bodoh yang mengusulkan ini mungkin tidak sekolah kali ya? Justru Komodo mau punah karena manusia penyebabnya. Komodo dari jaman dahulu kala sudah hidup disana, manusia sebagai tamu yang mengganggu kehidupan komodo disana. Lalu kenapa bukan manusia sebagai tamu yang angkat kaki? Lagian di bawa ke Bali yang bukan habitat asli komodo?

Ada lagi masalah soal pembayaran tarif masuk namun jagawana yang belum dibayar sehingga patroli sudah tidak dilakukan? Lah ini gimana toh? Padahal Pulau Komodo itu masuk dalam Taman Nasional loh.

Mungkin banyak yang beranggapan dengan TIDAK men-VOTE maka rasa nasionalisme kita kurang, rasa cinta tanah air kita kurang. Justru karena cinta stengah mati dengan alam Indonesia, maka saya memutuskan untuk tidak VOTE. Alasannya simple: Indonesia dan orang Indonesia belum siap. Konsekwensi setelah dicanangkan sebagai New 7 Wonders salah satunya adalah siap menghadapi serbuan turis. Sekarang saja Komodo sudah jadi mass tourism dimana kondisi alam bukan makin membaik namun makin memburuk.  Ecotourism enggak akan bisa jalan dan tetap disebut dengan nama Eco kalau dikaitkan dengan mass tourism. Mass tourism sering kali tidak mengindahkan yang namanya carrying capacity. Mass tourism cuma mengejar satu hal … “uang”.  Kenapa sih kita mengejar mass tourism, sedangkan kalau dengan tourism yang terbatas saja, local community sudah bisa hidup berkecukupan? Kenapa sih Indonesia maunya nama2 besar Hilton atau Grand Hyatt yang bercokol di tempat2 eksotis seperti Komodo atau Raja Ampat? Soal service mereka memag jago, tapi kalau soal lingkungan? Saya masih ragukan. Apakah konsep ekslusif tidak ada di mata orang Indonesia? Tidakkah mereka tahu bahwa entrance fee ke Galapagos sampai saat ini merupakan yang paling tinggi, dan jumlah turis amat sangat dibatasi, tapi yang antri mau ke Galapagos masih bejibun? Jadi “pembatasan” enggak sama loh dengan “menurunkan” keinginan orang untk berkunjung. Justru makin dibatasi, orang makin penasaran.

Lalu kenapa kita protes dengan iklan2 tourism Malaysia? Alasannya cuma satu: iri tanda tak mampu. Aku juga iri banget. Liat dong bagaimana Departemen Pariwisata Malaysia benar2 menganggap Tourism itu sebagai sektor yang paling penting dalam mendatangkan devisa sehingga kegiatan promosi mereka selalu berkesinambungan dan bagus banget. Ada iklan pariwisata Malaysia secara keseluruhan, namun ada juga iklan pariwisata daerah sepsifik seperti Langkawi, namun masih sejalan dengan iklan pariwisata Malaysia yang keseluruhan. Semua bisa diliat benang merahnya. Kalau Indonesia? Hmmmm …. uangnya abis buat jalan2 deh kayaknya :(

 

 

The Signs

20 Aug

Here are the signs:

  1. I was (am) miserable and still not happy [note: i am accepting this fact]
  2. I am not in the participant list for the annual meeting which means my program is not important [note: a bit relieve, does not need to pretend when meeting all the foreigners that made my friend's life like hell]
  3. Witnessed how head of  t**r**m office misused his power to get a free and easy Rp 75 mill (i think he needs the money to pay for his mistresses in Jakarta and Bali ). My reaction when I found out: terrible head ache, cold sweat, my hurt beat so fast [note: really really sad about this ugly truth ...]
  4. Cannot secure any fund for my tiny project [note: so ... nothing to motivate me for the next year then]

It hurts so bad, when all these signs presented themselves one by one. I do hope I am not stupid enough to stay and give another chance to this job and people. I signed my contract but my boss knows that I might resign at any second, this means I just need to stay long enough until the next good sign.

Birunya kurang ….

9 Aug

Sedang mau perpanjang KTP nih. Dibawalah semua persayaratan: fotocopy KK+KTP, KTP asli dan pasfoto 2×3 dengan background biru.

Sampai di lokasi, pasfoto ditolak krn warna birunya kurang … WHAT? APANYA YG KURANG? Ini pas foto dibikin di tempat foto, yg cuma punya background merah dan biru. Apa hrs bawa background sendiri? Darn … this is not funny at all … kalau mau minta uang minta ajah napa? Udah terbiasa kok sebagai orang China selalu dimintai uang kiri kanan kalau mau bikin yang kayak gini …

Ya udah pulang ke rumah, pake photoshop bikin background dengan gradasi 5 warna biru yang berbeda … Biar si petugas nya ajah yang milih mau biru yang kayak mana …

Moving on …

8 Aug

A friend just become a father for the 1st time, a friend just got a PhD scholarship, a friend just got a new job. Jealous? … Maybe a lil bit, but don’t get me wrong. I am tremendously happy for my friends. I am just so excited for something to happen to me … I am still working on it. But I do believe if nothing happens it must be because Almighty Power thinks that I still need a bit more time to prepare myself for the challenges ahead of me.

But, so excited … I hope this means that I can get a free accommodation and guide in Barcelona from Laluce?

Laluce, I hope you read this post. Please, don’t come home so soon, stay there a bit longer OK. Am so happy for your, but I will be happier if I can visit you yayyyy!!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.