panic attack … siaga 1

“Mbak, di airport lagi rame nih. Suara tembakan udah kedengeran. Brankasnya kapan diantar mbak?”

[kok situasi urgent gini nanya soal brankas ya?]

“Wah .. kau pulang aja sana”

“Tapi katanya suara tembakan dari arah rumah mbak. Brankasnya kapan diantar?”

“Enggak tau kapan diantar. Pokoknya kamu pergi dari situ deh. Di rumah ada orang?.”

“Enggak ada mbak. Aku ngungsi ke Korem aja ya.”

“Iya … pokoknya kamu pergi dari sana. Jangan lupa kasih tau papa mu ya”

Itulah sepenggal pembicaraan saya dengan Ms.P yang sudah panik. Ini pengalaman pertama saya menghadapi keadaan darurat di Sorong. Yeap … kericuhan antar suku Serui dan Bugis. Masalah yang berkembang sekarang bukan hanya masalah Serui dan Bugis, tapi sudah suku di Papua dan Bugis. Awalnya adalah ditikamnya warga Serui oleh seorang Bugis karena “entah masalah apa” waktu main bilyard. Yang jelas sekarang sudah ricuh dimana2. Kepala adat suku2 di Papua di sini sudah bikin pernyataan sikap. Suasana sudah sedikit mencekam dimana2, tapi aku cuma deg2an kecil, sampai suatu kejadian. Aku lagi di Saga-supermarket deket kantor. Lagi milih jeruk, tiba2 semua pintu2 besi Saga di tutup. Ternyata menurut gossip mbak2 yang kerja disana, kerusuhan sudah sampai di Thio (another supermarket di Sorong). Aku panik … tapi sempet ambil foto sih. Begitu pintu dibuka kembali, aku langsung bayar, panggil ojek dan kembali ke kantor.

kalo udh gini, aku mau di waiwo aja deh …. tatut …

2 Responses so far »

  1. 1

    'za said,

    take care ya i…
    kalo terperangkap di kantor kalian bisa kabur sama2 ke pulau kan yah?

  2. 2

    Rika said,

    aduh.. hati-hati I..
    Mudah-mudahan ga tambah buruk ya..


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words