Kalau soal uang yang ditilep oleh aparat pemerintah kayaknya kabar basi deh. Tapi kalau melihat dengan mata kepala sendiri, kok ya masih menyakitkan hati ya.
Pada suatu waktu yang lalu, dimana satu nirwana terkenal seantero dunia karena keindahannya. Tiada tempat di dunia yang dapat menandingi nirwana ini. Terkenal pula si Tuan berotak udang yang mengelola wilayah ini. Si Tuan pun menjadi ketua tim kawasan. Melihat begitu banyak uang yang terkumpul, si Tuan memanfaatkan jabatannya sebagai ketua untuk mengeluarkan memo kepada akuntan tim kawasan untuk mengeluarkan uang sebesar “hampir” 100 juta rupiah. Si akuntan tak berdaya didesak kiri kanan. Si akuntan akhirnya memang menceritakan hal ini setelah sehari tidak bisa tidur dan tertekan. Alhasil sampat detik ini uang “hampir” 100 juta rupiah belum dikembalikan sesen pun …
Diselenggarakanlah lomba menjadi badut terhebat abad ini. Digembar-gemborkan soal hadiah yang “hampir” 20 juta rupiah untuk pemenang. Pas pemenang sudah terpilih diberikanlah hadiah “hampir” 7.5 juta rupiah. Lah terkejutlah si badut sampai hidung merahnya lepas, karena hadiah utama sudah dipangkas sedemikian rupa tapi masih disuruh tanda tangan kwitansi “hampir” 20 juta rupiah. Untung si badut punya otak lebih besar dari udang dan tetap berkeras hanya mau tandatangan utk hadiah “hampir” 7.5 juta rupiah.
Ohh em ji, Tuan otak udang … you are definitely on my “the most stupid people” list … you should be proud because you are #2.