Aku enggak ingat apakah aku pernah menulis hal ini atau enggak, tapi topik ini kembali dibahas hari ini diantara kami, dan terus terang kembali menyulut api marahku. Ini masalah yang amat sensitif but I need to let it out secara teman curhat lagi gak ada di tempat.
Pelecehan seksual itu kan bukan cuma pemaksaan tindakan seksual kepada orang lain, namun ternyata suatu kondisi yang membuat orang lain tidak nyaman juga masuk dalam kategori pelecehan seksual.
Salah satu kantor lapangan itu selalu ada penjaganya seorang Bapak. Si Bapak ini ketauan oleh teman sedang menonton DVD porno di ruang tempat kita biasa berkumpul, artinya di area publik dan bukan kamar pribadi. Dan tanpa malu dia tetap tidak menghentikan kegiatan “pribadi ini”. Yang jelas ini masuk kategori pelecehan seksual karena sekarang semua orang tidak nyaman di sana.
Ada kejadian lain yang lebih gawat. Ada indikasi terjadi pemerkosaan. Korban memang tidak, atau belum, mau mengakui kejadian ini. Tapi indikasi yang ada adalah: si bapak keluar dari kamar sambil berkeringat dan terengah2 hanya memakai celana pendek, dan di kamar ada si korban (ini terjadi di kantor lapangan). Sewaktu kembali ke kota si korban kemudian melarikan diri dari rumah si Bapak dan memilih tinggal di tempat saudaranya. Tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengetahui alasannya. Sang suami juga jadi murung dan mabuk2an, mungkin dia sudah merasa ada yang salah namun tidak dapat berbuat apa2? Si korban sudah dibujuk untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, namun sampai saat ini belum berani terbuka. Jadi memang belum ada bukti nyata hal ini terjadi.
Untuk saya pribadi, terus terang saya sudah tidak merasa aman dan nyaman berada di kantor lapangan. Apalagi bila hanya saya perempuan satu-satunya disana. Biasanya anak buah ku selalu tidur di ruang tv, sedangkan kamar tidur ada di bangunan lain, dan si Bapak juga berkamar disana. Jadi apakah aku sudah harus mulai menyiapkan golok? Untuk kasus ini TIDAK ADA yang namanya praduga bersalah. Terus terang sudah terlalu banyak kasus pelecehan seksual berbagai bentuk yang terjadi dan untuk aku pribadi, aku menganggap serius semua rumor atau isu dan semua bersalah sebelum terbukti sebaliknya. Ini adalah mekanisme pertahanan diriku. You can not trust anybody else but yourself.
Kejadian pelecehan bukan hanya terjadi di satu kantor lapangan, namun tampaknya di tempat lain juga walau bukan sama persis. Namun yah, para korban belum juga ada yang berbicara secara terbuka, walau mungkin ada yg sudah berbicara dibalik pintu.
Hal-hal seperti ini yang menjadi tekanan batin untuk pekerja di daerah remote seperti Papua. Ini baru satu hal. Kalau dibikin list banyak sekali hal yang membuat stress, namun yah itu … para pemegang kuasa tidak melakukan apapun walau sudah diprotes.
Saat ini yang membuat aku bertahan hanyalah ‘komitmen’ yang sudah terlanjur diberikan walaupun ‘janji’2 surga belum terwujud juga sampai saat ini. Kecintaan pada tanah dan laut Raja Ampat. Kekhawatiran yang sangat amat mendalam bila aku pergi, maka siapa yang akan mengambil alih pekerjaan. Apakah orang yang akan menggantikan benar2 akan berdedikasi dan bukan hanya mengejar $$ seperti banyak yang terjadi saat ini?
Oh please help me Almighty Power.
PS: temans yang membaca ini, please untuk post ini jangan di comment ya (kok aku gak nemu tombol utk melarang post comment ya? hmmmm …. )